Sabtu, 02 Februari 2013

Tips Memilih Tutup Galon Yang Baik

Usaha Air Minum Isi Ulang dan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) tidak terlepas dari yang namanya TUTUP GALON.

Meski sederhana dan nilainya kecil tapi tutup galon memiliki peranan yang sangat penting dalam industri air minum. Tutup galon berfungsi untuk mengunci galon agar air tidak menetes. Dibutuhkan presisi yang tinggi agar tutup galon dapat menutup dengan baik dari kebocoran.

Persaingan usaha yang demikian sengit mengakibatkan terjadinya perang harga. Akhirnya mulailah bermunculan tutup galon dengan harga murah. Namun kita harus jeli dalam memilih tutup galon agar tidak hanya terjebak dengan harga murah namun kualitasnya mengecewakan.

Secara garis besar tutup galon yang bagus itu meliputi 3 syarat, yaitu : 
1. Tidak bocor  
Ini menjadi syarat utama, karena ketika air masih menetes dari galon maka Anda bisa di komplain oleh pembeli. Tutup galon yang tidak bocor adalah yang memiliki presisi tinggi, biasanya di produksi menggunakan mesin inject industri.

2. Tidak bau
Tutup galon yang bagus tidak mengandung bau yang menyengat karena jika terkontaminasi dengan air maka kualitas air di galon bisa menurun. Apalagi kita sering melihat dimana tutup galon tidak di buka pada saat mau di pasang di dispenser, melainkan hanya di iris silang. Biasanya tutup galon yang baunya menyengat adalah yang di buat dengan bahan daur ulang berkualitas rendah. Tujuannya untuk menekan harga agar produsen dapat menjual tutup galon dengan lebih murah. Namun seringkali melupakan faktor yang lebih utama yaitu kesehatan. Mungkin akan lebih bijak jika kita mau membayar lebih sekian rupiah demi sebuah tutup galon yang berkualitas agar air galon Anda selalu higienis dan sehat sehingga memberikan manfaat bagi banyak orang.

3. Sobekannya mudah
Pembeli seringkali mengeluhkan tutup galon yang susah sobekannya sehingga harus menggunakan pisau untuk membuka tutup galon tersebut. Tentu saja itu jadi tidak praktis. Maka akan jadi nilai tambah tersendiri jika produk air minum Anda menggunakan tutup galon yang mudah di buka / di sobek.


Adalah sebuah benefit tersendiri ketika Anda dapat membeli tutup galon dengan harga murah, namun jangan sampai melupakan ketiga faktor diatas. Dengan menjual produk yang berkualitas dan pelayanan yang baik justru membuat produk Air Minum Anda semakin berkesan di benak konsumen sehingga meningkatkan loyalitas konsumen akan produk Anda. Semoga artikel tentang tutup galon ini bermafaat ;)

Selasa, 14 Agustus 2012

Serba-serbi Bisnis Tutup Galon

Bisnis Air Minum Isi Ulang dan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) tumbuh subur di perkotaan seiring dengan adanya persoalan ketersediaan air bersih. Keberadaan bisnis ini juga menampah segmen bisnis lainnya, yaitu produsen tutup galon.       

 Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi air minum yang praktis dan higienis semakin menggenjot bisnis air minum isi ulang dalam botol galon. Khusus segmen air isi ulang ini amat bergantung pada ketersediaannya tutup galon.

Hendrita Amir, pemilik produsen tutup botol CV Orchidqua di Bekasi, mengakui sejak merintis bisnis pembuatan tutup galon sejak 2003, sekarang trend permintaan tutup galon semakin tinggi. “Kami tak bisa memenuhi permintaan pasar,” ujar dia.

Hendrita mengatakan, kapasitas produksi pabriknya mencapai 3 juta keping tutup botol dalam satu bulan. Padahal, order yang masuk ke pabriknya mencapai 5 juta keping per bulan. “Permintaannya jauh lebih banyak dari pasokan kami,” lanjutnya.

Produsen tutup botol galon lainnya, Arifien Husen, pemilik H2 Jaya Plastindo Surabaya, mengaku bisa menjual tutup galon mencapai 70 ribu biji per bulan.


Arifien mengatakan pelanggan bisnisnya yang memulai produksi tutup galon sejak tahun 2008 itu berasal dari Surabaya dan wilayah luar Jawa. “Sebanyak 50.000 pieces dipesan dari luar Jawa, sisanya dari Surabaya,” ujar dia.

Sama dengan Arifien, Hendrita juga melayani permintaan tutup galon dari luar Jawa seperti Kalimantan dan Sulawesi. 


Omzet penjualan dari bisnis tutup galon ini ternyata cukup besar. Hendrita, misalnya, mengaku rata-rata omzet tiap bulan mencapai Rp 200 juta - Rp 300 juta.

Hendrita mengataka harga jual tutup galon produksinya berkisar bervariasi mulai dari Rp 65 hingga Rp 300 per biji. “Tergantung bahan dan kualitasnya,” ujar Hendrita.

Sedangkan, Arifien menjual tutup galon Rp 80-Rp 90 per biji. Artinya, dengan produksi hingga 70.000 keping per bulan, omzet Arifien bisa mencapai Rp 5,6 juta-Rp 6,3 juta. “Kami memang baru menghasilkan sebanyak itu,” ujar dia.

Dengan volume penjualan kurang lebih 300.000 biji per bulan, Belly mengaku menjual dengan harga lebih mahal. “Harga jual tutup galon isi ulang Rp 210 per biji,” ujar dia. Sedangkan harga tutup galon dengan standar kualitas air minum bermerek mencapai Rp 270 per keping. Omzet per bulannya mencapai Rp 63 juta - Rp 81 juta. Saat sedang ramai, dia mengaku bisa meraup omzet sampai satu miliar rupiah.


Hendrita  mengatakakan, seperti bisnis lainnya, puncak permintaan tutup galon terjadi pada saat musim kemarau tiba. “Saat musim hujan, biasanya permintaan tutup galon ikut menurun. Tapi, penurunannya tidak terlalu siginifikan,” ujar Hendrita.
  
 Margin Kecil
 Para produsen tutup botol galon ini mengakui kalau margin dari bisnis ini sangat kecil karena biaya produksi tutup galon cukup besar, terutama di bahan baku dan biaya listrik.

Belly, misalnya, mendapatkan margin bersih sebesar 15% - 20% dari omzet, sedangkan Hendrita hanya mampu mengambil margin 10% dari total omzet. Begitu juga Arifien yang mengambil sekitar 22% - 25%.

Padahal biaya bahan baku produksi tutup galon bisa memakan sampai 50% dari total pengeluaran. Seperti Hendrita yang mengaku mengeluarkan biaya listrik sekitar Rp 9 juta - Rp 12 juta sebulan. Maklum, mesin produksi tutup botol galon ini memang membutuhkan tenaga listrik cukup besar. “Sisanya adalah upah karyawan dan lain-lain,” tuturnya.

Karena inilah, Arifien menyiasatinya dengan menggunakan mesin diesel. “Dalam sehari kami bisa menghabiskan 8 liter solar,” tutur dia. Dengan memiliki empat mesin produksi, dalam sehari, ia bisa menghasilkan 4.000 tutup galon.

Memulai bisnis ini harus menyiapkan dana untuk membeli paling tidak dua mesin produksi, yakni mesin inject dan mesin cetak tutup galon. Harga satu mesin inject bekas buatan Jepang nilainya sekitar Rp 1 juta, kalau membeli baru, harganya Rp 3 juta - Rp 4 juta. Harga mesin cetak baru sekitar Rp 30 juta. “Sebaiknya lebih dari satu mesin biar kapasitas produksi besar,” ujar Hendrita.

Hendrita memperkirakan, untuk memulai bisnis ini dengan skala menengah, dibutuhkan modal sekitar Rp 130-180 juta. Jika skala produksinya besar, sekitar 1 juta sampai 3 juta biji per bulan, kebutuhan mungkin bisa sampai Rp 1 miliar.


Tapi, kalau ingin produksi mulai kecil, kebutuhan modal memang tidak banyak. “Modalnya sebesar Rp 8 juta - Rp 15 juta pun cukup,” ujar Arifien. Tentu saja dengan modal secekak itu hanya bisa memperoleh mesin-mesin bekas. Selain itu juga harus disiapkan lahan untuk lokasi pabrik. “Dibutuhkan kurang lebih 6 meter x 4 meter,” ujar Hendrita.
  
 Sumber: surabayapost.co.id

Minggu, 11 Desember 2011

Lampu Ultraviolet




UV sterilizers , yaitu Sterilisasi yang menggunakan lampu Ultraviolet ini berfungsi untuk mematikan kuman, bakteri, virus, dan mikroorganisme yang terkandung dalam air. Metode ini telah digunakan selama bertahun-tahun karena sangat praktis dan ekonomis sekaligus aman  dari bahaya overdosis karena tanpa ada penggunaan  bahan kimia.

Sabtu, 10 Desember 2011

Sekilas tentang Total Dissolved Solid (TDS)

Total Dissolved Solid atau yang lebih dikenal dengan istilah TDS merupakan padatan baik dari bahan organik maupun  anorganik  yang terlarut  dalam cairan.  Meskipun umumnya TDS tidak dianggap sebagai pollutant primer.


Sumber utama TDS  adalah dari pertanian (biasanya karena efek pestisida), perumahan (limbah rumah tangga), dan  limbah industri. Konstituen kimia yang paling umum adalah kalsium, fosfat, nitrat, natrium, kalium dan klorida.
Amerika serikat telah menetapkan standart kualitas air  yang layak minum adalah dengan kandungan TDS dibawah 500mg/liter.




Senin, 24 Oktober 2011

Aktivitas Perusahaan

Besarnya potensi bisnis Air Minum membuat permintaan terus mengalir tiada henti. Mulai dari Air Minum Isi Ulang, AMDK, Reverse Osmosis (RO) hingga Demineralizer. Pengalaman kami yang telah berkecimpung lebih dari 10 tahun dibidang ini tentu membuat kami semakin percaya diri, karena berbekal pengalaman itulah kami berhasil menciptakan produk yang berkualitas. Kami bangga telah memiliki banyak mitra diseluruh Indonesia baik yang skala kecil hingga skala besar. Dan kami selalu siap un tuk menjalin kerjasama dengan Anda!.

Aktivitas Teknisi


Packing peti agar aman dalam pengiriman.


Siap kirim ke Bau-bau, Maumere, dan Papua.



 Siap kirim.



Siap kirim

Untuk informasi pemesanan Anda dapat berdiskusi dengan team kami di nomor telepon: 
031-70105656, 081249977755



Rabu, 19 Oktober 2011

Segarnya Bisnis Air Minum


Air adalah salah satu kebutuhan terpenting bagi manusia karena diperlukan setiap saat dan berkesinambungan. Kita mungkin masih bisa menahan lapar selama sehari, tapi tidak bisa menahan haus. Karena 70% anggota tubuh kita adalah air.
Adapun satu kelebihan Air Minum Isi Ulang adalah harga jualnya yang MURAH sehingga diterima oleh semua kalangan baik kalangan bawah maupun atas.
Hal itulah yang membuat bisnis Air Minum Isi Ulang tak lekang oleh waktu.
Cara menjalankannya yang mudah, tempatnya yang simple serta pangsa pasarnya yang luas menjadikan usaha Air Isi Ulang sebagai alternative usaha yang perlu dipertimbangkan.
Kami adalah perusahaan perakitan yang telah bergerak lebih dari 5 tahun dengan pengalaman dan teknisi yang handal, dan pelanggan diseluruh Indonesia.